Kunjungan Universitas Parahyangan


IMG_7408

oleh Ashilly A

Kerabat Dekat HMPSIAP

Sugeng rawuh rencang-rencang Universitas Parahyangan ing Universitas Gadjah Mada. Sugeng rawuh ing Ngayogyakarta. Tanggal 31 April 2015 lalu, jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik UGM menerima kunjungan dari kerabat Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HMPSIAP) Universitas Parahyangan (Unpar. Kegiatan tersebut bertujuan untuk saling merekatkan hubungan persaudaraan dan tentunya saling membagi ilmu mengenai organisasinya masing-masing. Selasa lalu kami menyambut kedatangan kerabat bertempat di ruang Seminar Timur. Sekitar pukul setengah 10 HMPSIAP telah tiba dalam ruangan tersebut. Suasana santai, hangat, dan rekat terasa dalam atmosfer perbincangan selama acara studi banding antar HMJ berlangsung.

Dalam kesempatan itu, GAMAPI sebagai pihak ingkang dirawuhi berusaha menjadi tuan rumah yang menjamu dengan baik. Berbagai kegiatan dilakukan bersama pada hari itu, dimulai dari perkenalan masing-masing jurusan, diskusi tentang struktur dan nilai yang terdapat dalam HMJ masing-masing, diskusi bersama Dewan Mahasiswa (Dema) FISIPOL UGM, keliling kampus, hingga refreshing di sepanjang jalan malioboro.

Persiapan untuk melakukan hal-hal tersebut telah berjalan sekitar satu bulan yang lalu. Satu bulan yang lalu HMPSIAP mengirimkan surat pemberitahuan kunjungan kepada GAMAPI. Berbagai agenda persiapan dilaksanakan seperti bekerjasama dengan pihak jurusan MKP, mempersiapkan materi, hingga menggerakkan seluruh staff GAMAPI dalam program kerja bersih-bersih sekre. Segala persiapan itu bukan untuk membangun kesan penjamuan tamu secara mewah, hanya saja persiapan untuk penyambutan kerabat dengan pantas dan tentunya hangat.

Tukar pengalaman bersama HMPSIAP

Berbagai ilmu berhasil didapat dalam kesempatan tersebut. Hal paling mencolok yang membedakan struktur organisasi HMPSIAP dengan GAMAPI adalah adanya posisi wakil ketua dalam struktur organisasi HMPSIAP. Menurut Joko Susilo (ketua GAMAPI) dalam menanggapi keadaan tersebut mengatakan bahwa penempatan wakil ketua memang efektif di dalam struktur kepengurusan HMPSIAP karena terdapat pembagian tugas secara jelas dengan ketua HMJ, namun hal tersebut tidak pas apabila diterapkan dalam struktur kepengurusan GAMAPI. Hal itu disebabkan karena apabila GAMAPI menambah struktur kepengurusan wakil ketua maka akan memperpanjang layer kepengurusan, dan semakin banyak layer dalam struktur organisasi merupakan hal yang tidak efektif. Pemaparan ini bukan bermaksud membandingkan untuk mengetahui mana yang lebih baik, pemaparan ini bertujuan untuk menambah kekayaan informasi mengenai struktur kepengurusan organisasi lain.

Ketua GAMAPI juga menambahkan statement nya mengenai hal yang bisa dipelajari dari HMPSSIAP dalam kerampingan kabinet dan pengelolaan anggaran. Jumlah staff pada HMPSIAP berjumlah 40 orang, berbeda dengan GAMAPI yang berjumlah 65 orang. Organisasi yang “gemuk” dinggap tidak efektif dan banyak menuai kritik. Kerampingan hal tersebut merupakan salah satu dari poin refleksi diri GAMAPI. Poin pembelajaran selanjutnya mengenai pengengolaan anggaran HMPSIAP. Hal tersebut dapat menjadi contoh bagi GAMAPI karena banyak event yang berhasil diselenggarakan oleh HMPSIAP yang tentunya dapat memberi feedback positif, salah satunya berupa nama baik.

Go Public

Seusai kegiatan tersebut, Joko Susilo mengharapkan  informasi yang didapat dapat bermanfaat bagi perkembangan seluruh pihak yang terlibat seperti pihak HMPSIAP, GAMAPI, Dema maupun pihak UGM dan UNPAR. Memang hubungan antara dua universitas ini terbilang sangat rekat sebagai kerabat karena memang banyak lulusan dari UGM yang menjadi dosen di UNPAR. Selain itu, mengingat semangat go public  yang didengungkan dalam kabinet Reformasi, diharapkan selanjutnya GAMAPI dapat melakukan kunjungan ke universitas lain untuk menambah ilmu. Jadi untuk selanjutnya GAMAPI tidak hanya melulu sebagai pihak yang dikunjungi tetapi berkesempatan juga sebagai pihak yang mengunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *