Tradisi Unik, Lebaran Asyik

oleh Ashilly A ( Jurnalis Divisi Media dan Informasi)

Selepas sebulan umat muslim menjalankan ibadah puasa maka sampai juga kita pada satu hari kemenangan, yakni hari lebaran. Warna-warni lebaran dengan segala tetek-bengeknya telah dipersiapkan umat muslim sebelum hari lebaran tiba, salah satunya mudik. Berbondong warga perantauan datang ke kota kelahirannya untuk berkumpul dengan keluarga dan merasakan kehangatan lebaran bersama. Selain alasan ingin berkumpul dengan keluarga, rupanya alasan lain masyarakat melakukan mudik adalah tidak ingin melewatkan perayaan atau tradisi unik yang dilaksanakan saat hari lebaran tiba. Memang berbagai perayaan unik berlangsung di berbagai daerah dengan kekhasannya masing-masing. Perayaan unik ini sukses menarik ratusan masyarakat sekitar bahkan turis asing untuk melihat dan turut larut saat berlangsungnya acara. Berikut merupakan ulasan beberapa perayaan unik daerah di Indonesia:

  1. Lebaran Ketupat di Trenggalek

Biasanya ketupat disantap ketika hari Raya Idul Fitri, namun berbeda tradisi dengan berbagai daerah di Jawa Timur, ketupat baru disajikan satu minggu setelah lebaran terlaksana. Hari raya ketupat yang berlangsung kecamatan Durenan Trenggalek jatuh pada tanggal 8 Syawal. Setiap warga di kecamatan tersebut membuka pintu rumah sembari memainkan musik sebagai tanda undangan kunjungan ke rumah mereka. Kenal atau tidak dengan si tuan rumah, tamu diperbolehkan masuk ke dalam rumah untuk menyantap hidangan ketupat yang telah disajikan.

  1. Tradisi Pegon di Jember

Kendaraan seperti dokar yang ditarik oleh sapi atau sering disebut “pegon” akan ramai diarak ketika hari ke-7 lebaran di kabupaten Jember. Tradisi pegon ini digelar keliling dimulai dari desa Sumber Rejo kecamatan Ambulu dan berakhir di kawasan pantai Watu Ulo.

  1. Tradisi Grebeg Syawal

Ada satu perayaan yang dikenal pamornya hingga kalangan masyarakat luar Yogyakarta, Grebeg Syawal. Tradisi ini merupakan tradisi keraton untuk memperingari lebaran Iedul Fitri. Grebeg Syawal merupakan tradisi mengarak Gunungan Lanang (terbuat dari sayuran dan hasil bumi lainnya) menuju Masjid Gede Keraton Yogyakarta. Gunung Lanang ketika telah tiba di Masjid Gedhe akan didoakan bersama dan barulah selepas berdoa masyarakat akan berebut mengambil hasil bumi dalam Gunung Lanang tersebut. Warga yang mendapat sayuran atau hasil bumi lain dari Gunung Lanang tersebut dianggap telah mendapat suatu berkah dan dipercaya membawa suatu keberuntungan.

  1. Tradisi Ngejot di Bali

Ngejot merupakan tradisi memberikan makanan kepada warga di sekitar tanpa peduli agama mereka. Makanan yang diberikan saat Ngejot ini disebut dengan makanan Jotan. Tradisi ngejot biasanya diadakan ketika seseorang tengah melaksanakan hajatan atau ketika masyarakat merayakan hari raya. Biasanya umat muslim di Bali melaksanakan Ngejot seminggu sebelum hari lebaran terlaksana. Ngejot tidak hanya diberikan oleh masyakarat muslim saat sebelum lebaran, hal ini dilakukan pula oleh masyarakat agama Hindu ketika Hari Raya Nyepi. Tradisi ini merupakan tradisi yang memperkuat toleransi masyarakat Bali.

Memang ragam tradisi Indonesia tidak pernah luput untuk terus di kaji. Berbagai tradisi tersebut merupakan tradisi yang menggambarkan rasa syukur, rasa kekeluargaan dan bahkan rasa toleransi umat muslim terhadap sesama. Oleh karena itu, manfaatkanlah momen lebaran dengan mempererat tali silaturahmi antar keluarga, umat muslim, dan umat agama lain agar suka-cita lebaran dapat dirasakan untuk semua.  (Ashilly Achidsti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *